Feedback Form
Azwar weBlog versi Dynamic View (chose your like):

Flipcard | Mosaic | Magazine | Sidebar | Snapshot | Timeslide

Azwar weBlog

22 January 2007

Linggis Menancap di Leher

Subhanallah, ini bukan atraksi debus atau sejenisnya. Seorang pekerja penambang emas di daerah Tanah Grogot, lehernya tertancap linggis besar sepanjang sekitar 1 meter. Ajaibanya sang korban selamat alias sehat dan dalam keadaan sadar. Bahkan rumah sakit setempat tidak mampun untuk mecabutnya sehingga harus di rujuk di rumah sakit di Balikpapan. Dan perjalanan ke Balikpapan bukanlah hal yang mudah apalagi dalam keadaan tertusuk, korban harus melalui kapal feri untuk sampai di Balikpapan, total perjalanan untuk sampai ke rumah sakit Balikpapan sekitar 5 jam!!! dan dalam kondisi seperti itu!!!

Baca berita lengkapnya berikut ini yang saya ambil dari
Pos Metro Balikpapan
(note: mohon maaf bila gambar yg ditampilkan ada yg tidak berkenan, bukan bermaksud untuk menampilkan hal2 berunsur kekerasan dan sejenisnya)

BALIKPAPAN-Ruang instalasi rawat darurat (IRD) RSU Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, Sabtu (20/1) petang kemarin sekitar pukul 18.00 Wita, gempar. Waktu itu masuk seorang pasien dengan kondisi mengerikan, sekaligus memilukan.

Bayangkan, seorang laki-laki duduk di kursi roda, di lehernya tertancap linggis besar sepajang sekitar 1 meter. Linggis itu menancap telak hingga tembus di batang leher korban, persis separuhnya. Hebatnya, korban selamat bahkan kondisinya masih segar. Hanya, dia tak bisa berbicara dan tatap matanya kosong. Sepertinya pikiran pemuda itu sudah di antara hidup dan mati. Untuk meringankan beban linggis di leher, seorang rekannya memeganginya. Beberapa pasien di ruang IRD tak tega memandinginya.

Pria ‘sakti’ tersebut bernama Rusdianur (24) warga JL P Singa Maulana RT 02 RW 3 Tanah Grogot, Kabupaten Pasir, pasien rujukan dari RS Panglima Sebaya, Tanah Grogot.

Penderitaan berat antara hidup dan mati dirasakan Rusdinur sejak Jumat (19/1) sekitar pukul 16.00 Wita. Di RS Panglima Sebaya tak mampu menangani Rusdianur, bahkan tak mampu mencabut linggis tersebut sehingga dirujuk ke RSKD Balikpapan.

Perjalanan ke Balikpapan bukan hal yang mudah, memerlukan waktu sekitar 5 jam termasuk menyeberang lewat kapal feri penyeberangan Penajam-Kariangau.

Menurut keterangan rekan korban, leher Rusdianur tertancap linggis saat dirinya sedang bekerja menambang emas liar di kawasan Baniang, Kalimantan Selatan, Jumat (19/1) sekitar pukul 16.00 Wita.

Saat itu Rus, panggilan korban, membuat galian baru di lubang yang sebelumnya telah digalinya dengan kedalaman 3 meter. Saat itu semua penambang emas sedang beristirahat, hanya Rus terus menggali lubang baru, padahal saat itu baru saja hujan.

Dengan linggis sepanjang satu meter, Rus terus menggali lubang demi mencari emas. Beberapa teman Rus sempat menyuruh Rus untuk menghentikan kegiatannya menggali lubang, namun Rus tetap saja terus menggali. Tidak lama setelah teman-teman Rus menegur, lapisan tanah yang berada tepat di atas Rus tiba-tiba longsor. Saat itu Rus dalam keadaan membungkuk sedang sujud sambil mengayunkan linggisnya menghancurkan batu-batu di dalam tanah tersebut.

“Brekkkk..!”. Tiba-tiba tanah yang ambrol menimpa Rus. Nah saar itulah, Rus ambruk dan lehernya tepat mengenai linggis yang dipegangnya sehingga menembus batang lehernya.

Karuan saja Rus berteriak minta tolong kepada teman-temannya, dan dengan segera teman-teman Rus datang menolong. Kontan saja suasana lokasi tambang geger, Rus segera dilarikan ke Grogor, lokasi terdekat dengan TKP. Karena kalau dibawa ke Banjarmasin, terlalu jauh.

“Waktu itu Rus sudah kami kasih tahu jangan menggali karena keadaan tanah masih lembek karena baru saja hujan, tapi Rus nekat.Enggak lama kami kasih tahu, tanahnya longsor menimpa Rus dan kami sudah pastikan linggis yang dipegang Rus pasti mengenai tubuhnya. Tapi waktu itu kami tidak tahu linggis itu mengenai tubuh Rus di bagian apa,” papar Budi, salah seorang teman kerja Rus yang ikut mengantar ke RSKD.

Budi dan beberapa orang lainnya menolong mengeluarkan Rus dengan menggunakan pompa air. Dengan mesin pompa air tersebut, Budi dan teman-temannya menyemprotkan air di lapisan tanah pasir tempat Rus menggali. Setelah pasir-pasir yang menimbun tubuh Rus berhasil dialirkan keluar dengan mesin pompa air tersebut,perlahan Budi menarik kaki Rus yang pada saat itu belum sempat masuk di lubang yang digali Rus.

Setelah dikeluarkan, betapa kaget rekan-rekannya tatkala melihat linggis tertancap persis di leher Rus. Dalam keadaan panik, mereka langsung membawa Rus yang kala itu tak sadarkan diri ke rumah sakit Panglima Sebaya Grogot.

Tiba di rumah sakit, tim dokter yang memeriksa Rus angkat tangan tak bisa menangani. Mereka menyarankan kepada teman-teman Rus agar membawa Rus ke Balikpapan untuk menjalani operasi.

Mendengar alasan dokter tersebut, Ananta satu-satunya adik kandung Rus langsung membawa sang kakak ke Balikpapan untuk dioperasi.

Tiba di rumah sakit Kanudjoso Djatiwibowo, dengan segera tim medis ruang IRD memeriksa kondisi luka dan posisi linggis yang tertancap di leher Rus. Setelah beberapa menit mengamati, tim medis segera menjalankan operasi untuk melepaskan linggis di leher Rus yang kala itu sudah dalam keadaan sadarkan diri. Operasi Rus berjalan kurang lebih sekitar 1,5 jam yang dilakukan oleh lima dokter ahli.

Artikel Terkait

Post a Comment

Facebook Follower

Terima Kasih

Blogger
The Professional Template Designed by Ourblogtemplates.com
Banner Header Image by Ebsoft
E-mail me at:
azwaramril@gmail.com
Azwar Amril - Find me on Bloggers.com
Thank you for visiting my weBlog, See u soon
Copyright © 2005-2013 Azwar weBlog

Pesan Anda


  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP